FAIRYTALE | 3 |
Earpod yang terpasang pada telinga aku ketuk dua kali. Bulan penuh yang bersinar pada dada langit ditemani oleh bintang-bintang aku pandang kosong. " We should talk. " Bibir yang dioles lipstick hitam langsung mengoyak senyum apabila suara itu menyapa pendengaran. " About what? " Mata aku mencerun ke arah bawah. Dari atas bumbung bangunan ini dapat aku lihat pemandangan bandar raya Emethyst yang penuh dengan teknologi moden. Setiap saat pasti akan kelihatan kereta mahal bergerak di atas jalan raya. Tapi pada pandangan aku masih ada Attic yang separuh dari tanahnya basah dengan darah dan dipenuhi dengan mayat yang bergelimpangan. Bibir aku ketap. Bayangan Attic roboh di hadapan mata aku masih segar di dalam memori. " You make a fuss in my hotel today, Aurora. " Kejadian siang tadi di mana aku memecahkan dua buah pasu bunga antik di lobby hotelnya dengan alasan tidak dapat berjumpa dengan dia tertayang sekilas pada minda. "Bukan ke kau sendiri yang r...